
belasan tahun yang lalu, waktu saya tinggal di pedalaman poso, sulawesi tengah, saya seriiinng banget makan binte. di desa watumaeta, tempat saya tinggal selama 3 bulan waktu itu, satu2nya warung di desa itu ngejual masakan khas gorontalo ini. kebetulan emang ga ada banyak pilihan. di sana hanya dijual indomie rebus/goreng, jagung rebus/bakar dan binte ini.
seingat saya, binte yang dijual di warung itu isinya cuman jagung aja. ga pake udang, ebi atau ikan. maklum, desa watumaeta tergolong desa miskin dan rada primitif. ga tiap hari orang2 di desa itu bisa makan telur. boro2 ikan atau udang. biasanya mereka baru makan daging kalau kebetulan sedang ada pesta atau upacara adat.
eniwei, buat yang belum pernah nyoba, binte ini rasanya seger dan rame. ada manis, asem, asin dan gurih. kalau di palembang mungkin mirip sama kuah mpek2. tapi kalau bapak bilang sih, kuahnya mirip sama kuah bakso saya. heheh…, iya, kuah bakso yang udah dimodifikasi dengan ditambahin kecap manis, sambel dan cuka…
binte biluhuta a la me
bahan:
- udang ukuran sedang (aslinya pake ikan cakalang juga. tapi karena kebetulan saya lagi ga punya, jadi cuman pake udang aja).
- jagung manis, pipil.
- bawang merah, iris halus
- bawang putih, iris halus
- bawang daun, rajang kasar
- cabe merah/cabe rawit, rajang kasar
- garam, gula pasir, air perasan jeruk nipis
- daun kemangi
- bawang goreng untuk pelengkap
cara bikinnya:
- panaskan air, rebus jagung sampai empuk.
- tambahkan garam dan gula sesuai selera.
- masukan daun kemangi. angkat, sisihkan.
- tumis bawang merah, bawang putih, bawang daun dan cabe hingga harum
- masukan udang, masak hingga udang matang. angkat.
- letakan tumisan udang dalam mangkuk.
- siram dengan kuah sup jagung. tambahkan air perasan jeruk nipis.
- taburi bawang goreng.
- sajikan dengan sambal buat yang doyan pedes.
Recent Comments