express grilled chicken

bianca suka sekali grilled chicken. dan saya suka sekali bikin yang bianca suka 😀

dan ternyata, dengan bantuan happy call double pan ini, bikin grilled chicken ini jadi gampang banget. saya bahkan bisa bikinin grilled chicken ini buat bekal sekolahnya. marinate dengan bumbu barbecue semalaman, paginya baru di dimasak. 15 menit saja. dan bianca’s favourite grilled chicken ini pun siap 😉

grilled chicken
bumbu rendaman:
1 sdt bawang ptuih parut
– 2 sdm kecap inggris
– 1/2 sdt kecap asin
– 1 sdm kecap manis
– 1 sdm saus tomat
– lada bubuk secukupnya
– 1 sdt air jeruk lemon

bahan:
– 2-4 potong dada ayam tanpa tulang
– 1 sdm margarin

cara bikinnya:
– aduk rata semua bumbu rendaman.
– lumuri potongan daging ayam dengan bumbu rendaman. diamkan minimal 1 jam. (saya biasanya bikin malem, taruh di kulkas sampe pagi, baru di masak)
– olesi permukaan double pan dengan margarine. atur daging ayam yang akan di grilled di atasnya. tutup. masak dengan api kecil selama 5-7 menit. balik. masak sisi yang lain selama kurang lebih 5-7 menit, hingga kedua permukaan matang.
– angkat.
– kalau suka, grilled chicken ini bisa dinikmatibersama dengan saus putih.

resep saus putih:
bahan:
1/2 bh bawang bombai, cincang halus
2 sdt lada bubuk
1/4 sdm garam
300 ml susu cair
25 gr mentega
25 gr tepung terigu

cara bikinnya:
– panaskan mentega, tumis bawang bombai hingga harum.
– tambahkan terigu, tuang susu sedikit demi sedikit sambil terus diaduk.
– tambahkan garam dan lada, aduk hingga matang.
– angkat dan sisihkan.

rujak buah

sama seperti banyak perempuan lain di indonesia, saya juga doyaaannn banget makan rujak. lagi hamil muda, lagi hamil tua, sampai saat udah ga hamil lagi, tetep…

favorit saya adalah yang extra pedes, asem dan manis. makannya juga bisa kapan aja. buat camilan sore, saat migren menyerang, atau saat kelaparan.

waktu saya kecil dulu, ga tiap hari saya bisa makan rujak. biasanya saya akan makan rujak bareng sama almarhum papi saya, saat pohon pepaya di belakang rumah kami berbuah.

kadang, kalau nafsu makan rujak ini sudah ga terbendung, sementara di rumah ga ada persediaan buah buat dirujak, saya akan lari ke warung sebelah rumah untuk beli 1-2 bungkus kerupuk kulit. dan menyantapnya dengan sambel rujak 😀

sambel rujak kesenengan saya bikinnya gampang aja. bahannya cuman cabe rawit, garam, gula merah dan asem jawa. kalau pas lagi punya stok, ditambah dengan kacang tanah yang sudah digoreng. semua bahan diulek sampai cukup halus. kalau terlalu kental, bisa ditambahkan sedikit air.

buah yang bisa dibikin rujak juga macem2. bebas, menyesuaikan dengan musim, selera dan kocek. saya paling suka bengkuang, mangga mengkal, kedondong, jambu air, nanas dan pepaya mengkal.

kalau disuruh milih: makan rujak atau nyuci piring, saya pasti pilih rujak. pasti! 😀

cake ubi ungu

kata seorang temen korea saya, salah satu hal yang bikin orang korea itu sehat dan awet muda, adalah karena mereka banyak mengkonsumsi ubi ungu. temen korea saya itu, selama berpuluh2 tahun, selalu mengkonsumsi ubi ungu rebus untuk sarapan paginya.

ya, beda2 tipis sama saya 😛 hehehe…., selama bertahun2 saya makan mie goreng, nasi uduk, nasi kuning dan bakwan buat sarapan.

terpancing dengan “hasil” perbuatan ubi ungu terhadap kondisi fisik dan kesehatan temen korea saya itu, saya juga jadi ikut2an pengen rajin mengkonsumsi ubi ungu. walaupun dengan sedikit modifikasi. semoga mentega, tepung dan gula yang menemani si ubi ungu ini ga terlalu banyak mengganggu… hehehehe 😀

 

cake ubi ungu
bahan:
250 gr tepung terigu
200 gr gula castor
4 butir telur
250 gr mentega, cairkan
1 sdt baking powder
500 gr ubi ungu, kukus, haluskan
100 gr susu
1/2 sdt garam

cara bikinnya:
– campur terigu, garam dengan baking powder. ayak.
– kocok telur dan gula sampai kental dan putih
– masukan mentega cair, kocok dengan kecepatan rendah sampai tercampur rata
– campur susu dengan ubi ungu, campur hingga merata
– masukan terigu dan ubi ungu ke dalam adonan telur, aduk rata
– tuang adonan ke dalam loyang, panggang hingga matang.

 

nasi ijo

suatu hari saya diundang seorang teman ke sebuah pertemuan. di sana kami disuguhin nasi ijo. rasa dan aromanya yang “tajam” bikin saya langsung jatuh hati.

besoknya, saya nyoba bikin sendiri di rumah. memang ga persis sama dengan yang saya makan di pertemuan itu. tentu saja disesuaikan dengan selera dan kemampuan 😉

warna hijau pada nasi ini saya dapet dari cabe rawit ijo yang diulek kasar bersama dengan bawang putih. sambel ijo ini sengaja dicampurkan terakhir. ga ditumis dulu seperti saat kita bikin nasi goreng. aromanya jadi khas dan istimewa banget.

dan, di lidah saya, nasi ijo ini penteunnya “delapan”. hehehe… 😀

nasi ijo
bahan:
– 2 piring nasi dingin. lebih sip kalau pake long grain rice. kalau kebetulan nasinya terlalu lembek, simpan dalam kulkas semalaman sebelum diolah.
– bawang putih 3 siung
– 10 butir cabe rawit ijo, pilih yang sudah tua. spaya pedes dan aromanya nendang.
– garam dan lada bubuk secukupnya
– 2 sdm minyak sayur
– 1 gengam cambah/taoge, bersihkan dan buang ujungnya.
– 1 sdm teri nasi

cara bikinnya:
– ulek kasar bawang putih dan cabe rawit hijau, tambahkan sedikit garam.
– panaskan minyak sayur, masukan teri nasi, masak sebentar
– masukan nasi dingin, aduk rata
– masukan taoge, aduk lagi
– masukan ulekan cabe rawit dan bawang putih, aduk rata lagi.
– angkat, sajikan hangat.