Cinta dalam sebutir nastar.

Nastar, berasal dari Bahasa Belanda ananas dan taart. Bentuknya bulat dengan hiasan potongan kecil kismis atau cengkeh di atasnya. Biasa dihidangkan pada hari-hari raya, mulai dari Natal, Idul Fitri, sampai tahun baru Imlek.

Nastar amat digemari oleh orang Belanda karena mirip dengan kue pie atau taart eropa yang biasanya diisi blueberry dan apel. Karena di Indonesia, blueberry dan apel amat sulit ditemukan, maka nanas yang banyak tumbuh di daerah tropis dipilih sebagai buah penggantinya.
(Jaganti, 2019)

Saya memang ga pinter bikin kue. Lebih sering gagalnya dari pada berhasilnya. Oven sepertinya belum mau bersahabat dengan saya, senengannya ngeledek melulu. Dulu waktu anak2 masih kecil saya memang selalu buat kue tart ulang tahun sendiri, lengkap dengan segala macem printilan dan dekorasi yang hits pada masanya. Tapi sejak Iyek masuk TK, saya sudah hampir ga pernah bikin kue tart lagi, karena Iyek selalu request kue yang susah2 πŸ˜‚ Dan  jaman segitu supplier kue dan tart yang enak2 dengan harga yang terjangkau juga sudah banyak. Jadi lebih praktis kalau saya pesan saja.

Karena Bapak dan anak2 bukan pecinta produk bakery, saya jadi ga terlalu semangat belajar. Sekedar bisa aja, itupun terbatas hanya beberapa jenis aja yang saya bisa bikin. Kakak suka nastar, peanut butter cookies dan red velvet, tapi kadang2 aja, dan ga pernah makan banyak. Mas Be suka kastengel, tapi itu juga angin2an, kadang suka kadang ga. Iyek sukanya donat, pizza, pudding dan risoles. Kalau Bapak paling suka lontong kupang, sambel petis dan oseng pare πŸ˜€

Aneh ya, padahal saya ini pencinta segala macam kue. Entah itu kue modern, kue tradisional atau pun kue2 dari negeri antah berantah. Mulai dari pie, cookies, cake, kunafa, baklava, sawut, martabak, wajik, and I can name 1000 more. 

Terus kenapa tiba2 saya merasa harus belajar bikin nastar yang enak?
Karena pas lebaran kemarin Bapak bilang begini: “ini satu2nya kue kering yang aku suka!”
Biarin deh saya ga pinter baking, yang penting harus bisa bikin nastar.

Maka, setelah browsing berjam2, ngumpulin bahan berhari2 dan menguatkan semangat berminggu2, minggu lalu saya nyoba bikin nastar lagi. Terakhir saya bikin nastar bulan Mei 2009, 11 tahun yang lalu..

Didorong keinginan untuk bikin nastar yang istimewa, saya pilih resep dengan judul yang bombastis: Resep Nastar Enak dan Super Lembut. Saya tiru resepnya, plek jiplek. Percobaan pertama gagal, adonan nastar ambyar saat dipanaskan di oven. Kepercayaan saya sama resep online yang saya contek mulai luntur, tapi semangat belajar saya masih kuat. Percobaan kedua, mulai berani sedikit memodifikasi resep sebelumnya, hasilnya lebih baik, rasa sudah OK, bentuknya masih kurang cantik.

Percobaan ketiga, saya gembira dengan hasilnya. Mungkin belum sempurna, tapi Bapak dan anak2 bilang rasanya enak. Dan saya justru suka sama tampilannya yang rustic. Untuk sementara cukup dululah belajar bikin nastarnya. Rencananya saya hanya akan bikin nastar ini setahun 2 kali, saat Natal dan Lebaran. Next time saya tinggal liat resep nastar yang saya tulis di blog ini aja πŸ™‚

 

NASTAR, A KA INDONESIAN PINEAPPLE TAARTS.

Bahan nastar:

  • 150 gr butter (saya pake wisman), dinginkan dalam lemari es
  • 100 gr margarine (saya pake blueband)
  • 1 sdt vanili
  • 1 sdt garam
  • 3 butir kuning telur
  • 100 gr gula halus
  • 1 sdt garam
  • 350 gr tepung terigu
  • 100 gr susu
  • 100 gr tepung maizena

Bahan olesan:

  • 1 butir kuning telur
  • 1 sdm minyak sayur
  • 1 sdm air

Bahan selai nanas:

  • 3 buah nanas madu
  • 150 gr gula pasir
  • 3 butir cengkeh
  • 2 batang kayu manis

Cara bikin selai nanas:

  • Parut nanas yang sudah dikupas dan dibuang matanya.
  • Siapkan wajan/wanci anti lengket. Masukan parutan nanas, cengkeh dan kayu manis, masak dengan api sedang sambil diaduk2.
  • Saat jus nanas sudah menyusut, kecilkan api, masukan gula pasir sedikit demi sedikit sambil terus diaduk.
  • Setelah nanas mengental dan berwarna coklat keemasan, matikan api dan angkat selai, sisihkan.
  • Setelah dingin, buat selai nanas menjadi bulatan2 kurleb seukuran kelereng agar lebih mudah digunakan.

Cara bikin kue nastar

  • Campurkan tepung terigu, susu bubuk, tepung maizena dan garam lalu ayak. Sangrai campuran tepung dengan api kecil, 5-10 menit lalu dinginkan.
  • Campur butter dingin, margarin dan gula dengan mixer (sebentar saja, 1-2 menit)
  • Masukkan kuning telur (satu persatu), kocok lagi hingga tercampur rata. Matikan mixer.
  • Masukan campuran tepung sedikit demi sedikit ke dalam adonan butter. Aduk sampai rata, pertama gunakan spatula, selanjutnya bisa menggunakan tangan.
  • Bagi2 adonan masing2 sekitar 10 gram, buat bulatan2, pipihkan lagi isi masing2 bulatan dengan selai nanas. Lakukan hingga adonan habis.
  • Olesi Loyang dengan margarin )atau gunakan baking sheet), tata nastar di atas Loyang. Beri jarak masing sekitar 2-3 cm.
  • Panaskan oven pada suhu 150’C, panggan nastar selama 20 menit. Keluarkan, lalu olesi permukaannya dengan bahan olesan kuning telur. Masukan lagi ke dalam oven dan panggang for another 15-20 minutes, sampai nastar matang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s