Oseng pare campur teri

Ternyata bukan cuma kopi yg punya filosofi, tapi pare juga.

Kulit pare yang ga rata dan bergelombang, menggambarkan kehidupan yang tidak selalu mulus. Kadang ada gronjal2nya juga. 

Meski bawaan rasanya pahit, jika diolah dengan benar, pare bisa jadi tumis yg enak dan bisa dinikmati. Kita juga bisa mengolah kesulitan2 dalam hidup, membumbuinya dengan keiklasan dan syukur dan mengubahnya menjadi sesuatu yg manis. 

Pare punya banyak manfaat bagi kesehatan, mulai dari menurunkan demam, tekanan darah, diabetes, hingga menurunkan berat badan. 
Kandungan karantin dan polipeptida-P pada pare punya fungsi serupa dengan insulin. Keduanya, bersifat membersihkan darah dan menurunkan kadar gula darah.
Kadang kita juga butuh yang pahit2 biar tetap sehat dan (semoga) langsing.

Sometimes the thing that we hate is actually what we need the most ♥️

Anyway, oseng pare ini adalah salah satu makanan kesukaan saya dan suami. Kalau sempat, paling ga sebulan 1-2 kali saya masak pare di rumah. Atau kalau kebetulan kami makan di rumah makan Sunda atau warteg, oseng pare ini hampir selalu jadi pilihan.

OSENG PARE

Bahan:
3 buah pare, belah dua, buang bijinya lalu iris2
5 siung bawang merah, iris tipis
3 siung bawang putih, iris tipis
5 buah cabe rawit, iris tipis
5 cm lengkuas, geprek
2 batang serai, geprek
3 lembar daun salam
3 lembar daun jeruk
50 gram teri nasi, sangrai
Garam, kaldu bubuk dan lada secukupnya.
1 sdm minyak sayur untuk menumis.

Cara bikinnya:

  • Lumuri irisan pare dengan 1 sendok makan garam sambil agak diremas2 (jangan sampai hancur), lalu cuci bersih. Sisihkan.
  • Tumis bawang merah dan bawang putih hingga harum. Tambahkan irisan cabe rawit, lengkuas, serai, daun salam dan daun jeruk.
  • Masukan irisan pare, aduk rata.
  • Tambahkan teri yang sudah disangrai, aduk rata.
  • Tambahkan garam, kaldu bubuk dan lada, koreksi rasa.
  • Angkat dan sajikan.

Classic Homemade Apple Pie

#stayathome hari ke-113.
5 Juli 2020 DC.

Nyari makanan yg cocok sama selera kita itu memang gampang2 susah yaa… Seperti nyari apel pie yg sesuai dengan harapannya Bapak. Beli di sana, fillingnya enak, tapi crust nya terlalu kering. Beli di situ, crust nya cocok, isinya terlalu manis. Beli di tempat satunya lagi, luar dalem ga ada yg pas. Ya sudah, kita bikin aja sendiri yaaa…

Untuk fillingnya, saya pake resep yg saya dapet di Natasha’s Kitchen. Pie crust nya saya pake resep yg biasa saya bikin. Puji Tuhan, cocok dengan seleranya Bapak.
Crustnya lembut, buttery sekaligus flakey.
Saus isiannya moist dan syrupy, tapi ga terlalu manis.
Aroma butter dan cinnamon-nya, oh God… So delightful!
Membawa pikiran melayang dan hati menjadi senang… 💞💞
Persis seperti yg digambarkan dalam novel Lima Sekawan karangannya Enid Blyton.
Simply delicious!

Saya belum jago bikin pie. In fact, seumur hidup saya baru beberapa kali aja bikin pie. Tapi saya berani bilang, resep pie-nya Natasha’s Kitchen ini enak banget. Highly recommended buat siapapun yang mau nyoba bikin apple pie.

CLASSIC HOMEMADE APPLE PIE

Bahan:
2 porsi homemade pie crust (saya pake resep pie crust ini)
7 butir apel granny smith, kupas, buang tengahnya, iris tipis
2 sendok teh kayu manis bubuk
120 gram unsalted butter
3 sdm makan tepung terigu
200 gram gula pasir
60 ml air
1 butir telur untuk egg wash

Cara bikinnya:

  • Siapkan 1 porsi pie crust, pipihkan menggunakan rolling pan, cetak di loyang pie sebagai base (saya pake loyang pie ukuran 24 cm).
  • Panaskan butter hingga meleleh (api sedang).
  • Masukan tepung terigu, aduk rata
  • Tambahkan air sambil terus diaduk
  • Masukan gula, aduk sampai campuran berbentuk saus kental yang lembut. Matikan api, dinginkan.
  • Kupas apel, buang bagian tengahnya, iris tipis2.
  • Taburi irisan apel dengan kayu manis bubuk, aduk rata
  • Masukan saus (campuran butter dan gula), aduk hingga betul2 rata
  • Tuang adonan apel dan saus ke atas cetakan pie, ratakan.
  • Ambil 1 porsi pie crust, pipihkan. Cetak berbentuk lingkaran (saya cetak pake piring diameter 27 cm, trimming nya pake pisau). Lalu potong2 memanjang, kira2 selebar 3-4 cm. Cover bagian atas pie dengan lembaran crust yang ditata bentuk anyaman.
  • Kocok lepas telur, olesi permukaan pie dengan menggunakan kuas (egg wash)
  • Panaskan oven dengan suhu 220 derajat C sekitar 15 menit
  • Panggang pie selama 15 menit, lalu turunkan suhunya ke 180 derajat C, dan lanjutkan memanggang selama 45 menit.
  • Angkat, dinginkan. Pie siap disantap!

Most simple & rustic deviled eggs, everyone’s favorite!

 

#stayathome hari ke-104
27 Juni 2020 DC
.
Weekend selalu merupakan hari yg istimewa buat kami.
Walaupun sudah hampir 4 bulan kami #dirumahaja sepanjang hari, tapi weekend, khususnya hari Sabtu tetap terasa istimewa.
Harinya istirahat dan refreshing.
Bumi seperti berputar sedikiiittt lebih lambat di hari Sabtu.
Bangun sedikit lebih siang.
Masak sedikit lebih mewah.
Nonton TV sedikit lebih lama.

Continue reading

Cinta dalam sebutir nastar.

Nastar, berasal dari Bahasa Belanda ananas dan taart. Bentuknya bulat dengan hiasan potongan kecil kismis atau cengkeh di atasnya. Biasa dihidangkan pada hari-hari raya, mulai dari Natal, Idul Fitri, sampai tahun baru Imlek.

Nastar amat digemari oleh orang Belanda karena mirip dengan kue pie atau taart eropa yang biasanya diisi blueberry dan apel. Karena di Indonesia, blueberry dan apel amat sulit ditemukan, maka nanas yang banyak tumbuh di daerah tropis dipilih sebagai buah penggantinya.
(Jaganti, 2019)

Continue reading