Avocado Toast

Sudah sejak beberapa hari yang lalu Kakak minta dibuatkan sarapan kesukannya ini. Roti panggang dengan olesan avocado dan topping telur setengah matang serta ikan salmon asap. Sebetulnya Kakak request telurnya dibuat pouched egg, tapi karena belum pinter, saya nego jadi telor ceplok aja.

Tiga tahun yang lalu, di suatu pagi yang sejuk di kota Sydney, saya dan Kakak jalan2 menuju State Library. Karena belum sarapan, kami berhenti di sebuah cafe ga jauh dari gedung perpustakaan. They happened to serve one very delicious plate of avocade egg and smoked salmon toast!

Sejak saat itulah, menu ini jadi salah satu menu kesukaannya Kakak. Once in a while, Kakak akan minta saya buatkan replikanya di rumah.

27 hari lagi Kakak berangkat ke Belanda untuk kuliah.
Semoga saya dikasih banyak kesempatan buat bikinin lebih banyak sarapan kesukaannya Kakak, dan juga adik2nya.

Most simple & rustic deviled eggs, everyone’s favorite!

 

#stayathome hari ke-104
27 Juni 2020 DC
.
Weekend selalu merupakan hari yg istimewa buat kami.
Walaupun sudah hampir 4 bulan kami #dirumahaja sepanjang hari, tapi weekend, khususnya hari Sabtu tetap terasa istimewa.
Harinya istirahat dan refreshing.
Bumi seperti berputar sedikiiittt lebih lambat di hari Sabtu.
Bangun sedikit lebih siang.
Masak sedikit lebih mewah.
Nonton TV sedikit lebih lama.

Continue reading

Favorite Breakfast

#stayathome hari ke-76
#PSBBJakarta hari ke-51
30 Mei 2020 BC
Pagi ini the boys ambil jatah makan indomie buat sarapan. Bapak Ibu dan Kakak sarapan nutrishake kesukaan kami masing2:
Bapak shake coklat, Ibu vanila, Kakak coklat + pisang + peanut butter.
Buat makan siang saya bikin jangan lombok (sayur cabe ijo) lagi dan goreng tempe + ayam.
Hari Sabtu, harinya santai2. Nonton TV, baca buku, main game.
Kecuali Bapak yg ada kegiatan pembinaan online sama Gereja pagi ini.
Tetap semangat yaaa….
Karena kita ga punya pilihan lain selain tetap semangat dan melanjutkan hidup.
Stay safe.
Stay sane ♥️♥️

wafel

wafel2

sudah lamaaaa banget pengen nyoba bikin wafel. secara ini adalah salah satu makanan kesukaan boss besar. tapi baru kemarin kesampean, setelah wiken lalu saya berhasil hunting cetakan wafel di pasar mester jatinegara.

kebetulan yangti punya contekan resep wafel yang katanya fenomenal banget. di ubud sana, blio kenal sama seorang pembikin wafel handal yang produknya udah terbukti laris manis di pasaran.

ada cetakan. ada resep istimewa. dan ada mentor yang siap membantu. ga ada alasan buat ga segera berkarya di dapur.

wafel1

wafel istiwema

bahan:
– 500 gr tepung terigu segitiga biru
– 7 butir telur
– 200 gr gula pasir
– 200 gr mentega, cairkan
– 1/2 sdm garam
– 1 kaleng susu kental manis (384 gram)
– 550 cc air (atau 1,5 kaleng kemasan susu kental manis)
– 1 sachet fermipan (11 gr)

cara bikinnya:
– pisahkan kuning telur dan putih telur.
– masukan terigu ke dalam wadah, buat lubang di bagian tengahnya
– masukan 7 butir kening telur, aduk rata dengan menggunakan sendok kayu
– tambahkan fermipan, mentega cair, garam, susu kental manis dan air. aduk lagi sampai benar2 rata.
– di wadah lain, campur putih telur dengan gula pasir, aduk hingga tercampur rata.
– masukan campuran putih telur dalam adonan terigu. aduk rata.
– tutup adonan dengan kain bersih. diamkan selama kurang lebih 15 menit
– siapkan cetakan wafel. olesi permukaannya dengan mentega. gunakan kuas. kalau pake cetakan yang berlapis teflon, ga usah diolesi mentega lagi.
– masukan adonan dala cetakan wafel, masak dengan api kecil hingga kedua permukaannya matang. angkat.
– sajikan sesuai selera. bisa dengan es krim, madu, sirup buah atau selai. tapi cuman dimakan begitu aja juga udah uenak banget!